Maumu apa? Apa kamu cuma mau ada kisah tentangmu di blogku?
Kalau itu maumu, kamu berhasil. Setelah lama bercengrama, setelah lama
menggila, kenapa selalu berakhir seperti ini lagi dan lagi. Apa takdirku
memang begini?
*kok jadi grantes??
Hayy!! Apa jalan merah jambuku akan seperti ini terus? Berawal dari
situs, berlagu canda, berbagi cerita, bermetafora bersama, lalu entah
kenapa selalu ada si Kudaa yang datang. Aku benci si Kudaa Meskipun tak
jarang Dia membuatku bahagia, tertawa, ceria.
Tapi Dia terkadang membuat jalan pikiranku kacau, mengoyak hatiku dan
akhirnya perasaanku jadi kehilangan arah. Aku mulai tertarik, tersenyum,
memendam rasa, menolaknya. Menolak rasaku dengan alasan biasa!
Tapi kenapa ada rasa yang berbeda. Di saat hati benar-benar terpaut dan
terikat kuat. Ketika debar kuat hebat saat bertemu selalu ku lalaui.
Tragisnya berhentiku berdiri tegak. Menghadap awan. Menahan tangis.
Meski akhirya peluh menetes mengalir deras. Dan tak terkejutku. Dan tak
menjerit lagi ku. Karna ku tlah terbiasa. Haakzzz.. Enyahku dalam badai
ini. Hilang! Aku tak ingin lagi.
Saat ini lagi,
teman datang menghampiri. Menghiburku lagi, seperti dulu ku lalui. Dan
rasa yang sama ku rasakan. Biasa. Tanpa rasa. Aku tak mau terpaut lagi
dan dicampakan lagi. Hidupku bukan siklus yang terus sepeti ini! Kejam
sekalii..!!
Tapi, di satu sisi aku pun syukuri.
Tanpa teman ‘tralala’ yang slalu datang itu, aku takkan terlalu terpuruk
menjalani masalah ini. Setidaknya saat ini. Dan karna aku tahu akan
kelanjutan kisah ini sebaiknya memang harus ku lalui. Life must go on
whatever you do with him! *gila jujur banget!
Dan karna terlalu banyak moment seperti ini. Janganlah kalian merasa
bahwa tulisan ini untuk kamu atau kamu. Karna hidupku hanya sebuah
metafora. Terimakasih Sang Maha Cinta, segala yang kau gariskan padaku.
Ku tahu akan ada ia yang memang benar-benar belahan jiwaku. Soulmate??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar